Select Page

Halo Steemians…

Dokumen Pribadi

It’s been two days we feel the nuances of Eid. Not just the tradition of shaking hands and forgiving each other there are also various kinds of pastries and sweets. But there is one that is not left behind is a culture that gives angpao to the younger that is children who have not mature or work.

I do not know when the tradition begins, which I remind my little uwak-uwak (call to brother and sister of my parents) I always ask full or no fast will be given money according to the fast that we do.

Once my religious teacher set up the elementary school will give the task associated with fasting, when entering the school he will ask how fast the stay. For children who are full of fasts will give a gift. General prizes are notebooks. Only one or two books are wrapped in brown paper but it feels very happy when i got it.

I can not remember when I first received angpao, but I remember the last time I received angpao was when I started working around the age of 24 years. Maybe because I was still considered a small child by cousin’s older siblings still often set aside the rupiah for my angpao.

In this year my children receive a lot of angpao, they already wish to buy the desired goods. I subscribe to the shape and design of the envelope also more varied angpao. It used to be small in size with pictures of cartoon characters, mosques or ketupat (rice inside coconut leaves). Now the size is bigger than the money in it is not folded and the design is interesting.

Dokumen Pribadi

THE ROLE OF ANGPAO REPLACED SBD / BTC TRANSFERS

There are changes in angpao from time to time. I wondered whether the years ahead of this angpao role would be replaced by transferring some SBD (Steem Dollar) or BTC (Bitcoin) delivered to the wallets of the nieces or their parents.

This SBD or BTC accumulation can be used to purchase goods as well, since I have recently received a market that accepts payments with BTC. Of course more easy yes.

Could be this will last again because the technology is getting sophisticated day to day.

 


In Indonesia

Sudah dua hari ini kita merasakan nuansa lebaran. Bukan hanya tradisi bersalaman dan saling memaafkan juga ada berbagai macam kue kering dan manisan. Namun ada satu lagi yang tak ketinggalan yaitu budaya memberikan angpao kepada yang lebih muda yaitu anak-anak yang belum baligh ataupun bekerja.

Dokumen Pribadi

Entah mulai kapan tradisi ini dimulai, yang saya ingat ketika saya kecil uwak-uwak (panggilan kepada abang dan kakak orang tua) saya selalu menanyakan puasanya penuh atau tidak yang selanjutnya akan diberikannya uang sesuai dengan banyaknya puasa yang kita lakukan.

Dulu guru agama saya ketika SD akan memberikan tugas yang berhubungan dengan puasa, ketika masuk sekolah beliau akan menanyakan berapa puasa yang tinggal. Bagi anak-anak yang penuh puasanya maka akan diberikannya hadiah. Biasanya hadiah berupa buku tulis. Walaupun hanya satu atau dua buku yang dibungkus kertas cokelat namun rasanya bahagia sekali bila mendapatkannya.

Saya tidak ingat kapan pertama kali saya menerima angpao, namun saya ingat terakhir kali menerima angpao adalah saat saya mulai bekerja yaitu sekitar umur 24 tahun. Mungkin karena saya masih dianggap anak kecil oleh kakak-kakak sepupu sehingga mereka masih sering menyisihkan rupiahnya untuk angpao saya.

Di tahun ini anak-anak saya menerima banyak angpao, mereka sudah berandai-andai ingin membeli barang yang diinginkan. Saya perhatikan bentuk dan design amplop angpao juga semakin bervariasi. Dulu ukurannya kecil dengan gambar tokoh kartun, mesjid ataupun ketupat. Sekarang ukurannya lebih besar sehingga uang baru didalamnya tidak terlipat serta dipercantik design yang menarik.

PERAN ANGPAO DIGANTIKAN TRANSFER SBD / BTC

Jadi ada perubahan angpao dari masa ke masa. Saya berkhayal mungkinkah tahun-tahun kedepan peran angpao ini akan digantikan dengan mentransfer sejumlah SBD (Steem Dollar) atau BTC (Bitcoin) dikirim ke wallet para keponakan atau orangtuanya.

Akumulasi SBD atau BTC ini bisa dimanfaatkan untuk membeli barang juga karena baru-baru ini saya membaca sudah ada marketplace yang menerima pembayaran dengan BTC. Tentu semakin memudahkan ya.

Bisa jadi ini akan berlangsung sebentar lagi karena teknologi semakin canggih hari ke hari.

Salam

@bundaqubeki