Select Page

Hi Steemians

man 1 medan

Nama saya Mifta angkatan 2001 di Madrasah Aliyah Negeri 1 Medan. Keseharian saya dulu bagi kebanyakan orang mungkin membosankan pergi pagi kemudian les di bimbingan belajar dan diakhiri dengan pulang ke rumah menjelang maghrib, begitu terus sampai tamat. Tidak pernah pulang jalan-jalan ke Mal karena pada zaman saya satpam penunggu Mal garang, mereka tidak akan mengizinkan anak sekolah masuk bahkan untuk ukuran supermarket yang kecil. Tidak seperti sekarang saya lihat malah lebih banyak anak sekolah yang ngemal. Tidak juga janjian bertemu dengan pria yang dikenal melalui chatting mirc dan saya bersyukur untuk itu.

Perubahan saya yang berarti adalah ketika semester lima di Program Studi Ilmu Keperawatan, mungkin itu adalah puncak kejenuhan pada diri. Sehingga seperti sinetron, kacamata yang biasa saya pakai saya ganti dengan softlense gaya baju juga diubah, selepas kuliah tidak langsung pulang tapi tentunya tetap izin ke orang tua untuk bertemu dengan teman-teman SMU Ya disinilah cerita kita dimulai.

Memanggil nama orang tua

Sepertinya memanggil nama orang tua sudah dilakukan sejak zaman baheula, sama seperti di kelasku beberapa teman terutama cowok akan memanggil nama teman dengan nama ayah mereka. seperti Nazwir memanggil Andi dengan nama ayahnya yaitu Mahmud (bukan nama sebenarnya) begitu terus hingga menjadi kebiasaan.

Dan suatu hari ketika Nazwir dan teman-teman cowok berkunjung ke rumah Andi, kebetulan ayahnya yang membuka pintu dan terjadilah percakapan di antara mereka.

Ayah Andi : “Mau nyari siapa nak?”

Nazwir : “Mau nyari Mahmud, ada Pak?” wajah Nazwir langsung berubah menyadari kesalahan penyebutan nama barusan sedangkan teman-teman lain mencoba menahan tawa mereka

Untungnya Andi langsung keluar dan mengajak teman-temannya ke taman yang diikuti dengan ledakan tawa mereka

Surat Cinta

Nina namanya dan kebiasaannya adalah tidur di setiap jam pelajaran, suatu hari teman-teman cowok mengerjainya dengan mengirimkan surat cinta palsu beginilah kira-kira isinya

Kaulah matahari

Kaulah bintang

Gara-gara kau

Aku banyak utang

Curhat dan tidur

Linda namanya adalah teman dekat Lyra. Linda adalah anak penjual sate, setiap hari dia membantu ayahnya menjual sate di depan sekolah Santo Thomas. Dan hampir setiap hari pula Lyra mampir ke warung satenya Linda. Mungkin karena kelelahan setiap Lyra curhat setiap itu pula Linda tidur dulu memakai telepon rumah bila berkomunikasi sehingga sering Lyra berbicara sendiri di telepon. Saya pun pernah mengalaminya, ketika curhat tentang patah hati dan sudah berjatuhan air mata Linda malah tidur khan kampret.

Hubungan keduanya sangat dekat bahkan sampai hari ini. Pernah mereka berdua berkomitmen tidak saling mengunjungi untuk beberapa minggu dikarenakan menurut mereka “semakin dekat semakin tidak menghargai” namun ternyata hal ini tidak bertahan lama. Yang mereka khawatirkan bukan tanpa alasan karena pernah saking merasa lucu akan suatu hal Linda yang saat itu sedang meminum air putih menyemburkan air yang ada di mulutnya dan mengenai wajah Lyra.

Ketahuan cabut

Saya kurang tahu apa bahasa lain untuk kabur dari pelajaran di kelas. Kami menyebutnya cabut. Sebut saja namanya Yasir, anaknya baik dan penurut. Entah kenapa suatu ketika dia mengikuti anak-anak cowok yang lain saat jam pelajaran untuk cabut. Alah bisa karena biasa saat yang lain dengan mudahnya melewati dinding tinggi pembatas sekolah, Yasir malah kewalahan alhasil sepatunya terlepas sebelah dan tertinggal. Saat ia kembali ternyata guru olahraga yang juga dekat dengan murid-murid sudah berdiri tegak menunggu jadilah Yasir masuk ruang BP hari itu. Seperti Cinderella saja yang ketinggalan sepatu sebelah.

Taruhan menurunkan berat badan

Masih tentang Linda, setiap ke warungnya kami disuguhi sate padang, sate kacang atau mie ayam dan setiap itu pula dia ikut makan maka tak heran badannya naik. Maka ayahnya menjanjikan akan membelikan sepeda motor bila Linda berhasil menurunkan berat badan. Linda menyanggupinya dia berjalan kaki dari sekolah ke rumah namun ini hanya bertahan dua hari dan dia menyerah. Bahkan ayahnya bergurau merokok saja untuk menurunkan berat badan karena memang hanya Linda sendiri di keluarganya yang berisi. Di sekolah Linda juga mendapatkan tantangan dari Aulia bila bisa menurunkan berat badan akan ditraktir bakso. Namun sampai hari ini tidak tercapai juga.

Beberapa kisah di atas saya dapat ketika bermain ke warungnya Linda. Dan di detik ini memori itu berputar kembali seperti baru hari kemarin. Terimakasih untuk @herikopter dan kawan-kawan yang sudah memiliki ide untuk membuat kontes #ceritalucusmu. Kamu juga bisa ikutan buka link ini dan ikuti petunjuknya.

Terima kasih sudah berkunjung dan sampai jumpa di postingan selanjutnya.

Salam

@bundaqubeki

bundaqubeki